Jakarta, 04 September 2023 – Virus HPV umumnya dikaitkan dengan penyakit yang diderita oleh perempuan. Faktanya, virus HPV tidak hanya dapat menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva pada perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan kanker anal dan kutil kelamin pada laki-laki.[1]
Sebesar 40% pada mereka yang berusia 15 – 59 tahun pernah mengalami infeksi ini[2] dan sekitar 8 dari 10 pria dan wanita diperkirakan akan terinfeksi HPV semasa hidupnya.[3] Virus ini dapat menyerang siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.
Virus HPV merupakan salah satu virus umum yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual karena tansmisi virus HPV umumnya terjadi melalui hubungan seksual atau sentuhan skin-to-skin yang erat. WHO (World Health Organization) memperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV pada alat kelamin[4] dan di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker.[5]
Penyakit akibat infeksi HPV tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksinasi HPV dapat mencegah lebih dari 90% terjadinya kanker yang disebabkan oleh virus HPV3. Bahkan, vaksinasi HPV dapat tetap diberikan kepada individu yang sudah pernah terdiagnosa kutil kelamin sebagai langkah pencegahan untuk infeksi terhadap tipe HPV lainnya. Saat ini, vaksinasi HPV telah tersedia di Indonesia. Untuk memaksimalkan eliminasi penyakit terkait virus HPV, vaksinasi dapat diberikan kepada perempuan maupun laki-laki. Baik perempuan maupun laki-laki dapat mendapatkan vaksin HPV jenis quadrivalen serta nonavalen, sedangkan vaksin HPV bivalen hanya diperuntukkan bagi perempuan.
Maudy Ayunda, Edukator HPV dari @NgobrolinHPV mengatakan, “Tidak hanya melindungi perempuan, vaksin HPV juga memberikan perlindungan pada laki-laki. Karena keduanya memiliki risiko terinfeksi HPV yang berpotensi menyebabkan kanker atau penyakit kelamin. Bahkan 85% orang dapat terinfeksi HPV selama hidupnya. Oleh karena itu, penting untuk memulai diskusi atau pembicaraan mengenai HPV dengan orang-orang terdekat, agar semuanya bisa mendapat perlindungan dari vaksinasi.”
dr. Dirga Sakti Rambe, Internis dan Vaksinolog menyatakan, “Banyak negara maju yang sudah menjadikan vaksinasi HPV untuk laki-laki sebagai bagian dari program imunisasi nasional. Berbagai penyakit yang berhubungan dengan virus HPV tidak hanya menyerang perempuan. Konsep ini disebut “gender-neutral HPV vaccination program”. Dengan semakin banyak penduduk yang divaksinasi HPV, laju penularan virus HPV di populasi akan semakin rendah. Pada akhirnya, jumlah kasus penyakit-penyakit yang berhubungan dengan virus HPV pada laki-laki dan perempuan, juga akan menurun.”
Salah satu riset dalam jurnal PubMed Central[6] menyampaikan program vaksinasi perlu dilakukan bagi anak laki-laki dan laki-laki dewasa melalui program vaksinasi catch-up/susulan. Studi tersebut menemukan bahwa vaksinasi laki-laki dari usia 12 hingga 26 tahun diperkirakan dapat mencegah rata-rata 48 kasus kanker di kelompok studi (diperkirakan total 720 kasus). Studi ini juga menunjukkan bahwa pencegahan kanker melalui program vaksinasi catch-up/susulan selaras dengan peningkatan efektifitas biaya sehingga hal ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi para pengambil keputusan untuk strategi eliminasi penyakit terkait HPV.
Managing Director MSD Indonesia George Stylianou mengatakan, “MSD Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah Indonesia dalam mengedukasi masyarakat mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, salah satunya adalah penyakit HPV. Kami mendorong para pria dewasa muda untuk memprioritaskan kesehatan dengan memahami risiko dan strategi pencegahannya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit terkait HPV dan pencegahannya dapat dilihat pada media sosial kami @NgobrolinHPV dan situs resmi www.ngobrolinhpv.com.”
[1] https://www.cdc.gov/hpv/parents/cancer.html Diakses pada 26 Juli 2023
[2] https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm Diakses pada 24 Juli 2023
[3] de Martel C et al. Lancet Glob Health. 2020;8:e180–e190 Weaver BA. Epidemiology and natural history of genital human papillomavirus infection. J Am Osteopath Assoc. 2006 Mar;106(3 Suppl 1):S2-8. PMID: 16729554
[4] https://www.kemkes.go.id/index.php?txtKeyword=Kanker+serviks&act=search-by-map&pgnumber=0&strucid=1280&fullcontent=1
[5] https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/389/wanita-beresiko-terkena-kanker-serviks Diakses pada 1 Agustus 2023
[6] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9251567/ Diakses pada 27 Juli 2023.
About Inke Maris & Associates
PR Agency Indonesia
Established in 1986, Inke Maris & Associates (IM&A) is a leading, independent PR Agency in Jakarta providing strategic counsel to businesses, organisations and public institutions. IM&A was recognised as the Best PR Firm in Indonesia after a survey conducted by Mix Magazine to over 100 Indonesian journalists nominated the firm for the PR Agency of the Year Award 2016. As PR and strategic communications consultants, our work falls into overarching and often intersecting areas of Public Affairs, Corporate Communications, Financial Communications, Marketing Communications, Issues & Crisis Communications, Capacity Building & Training, Social Marketing & PR Campaigns, Community and Stakeholder Engagement, Digital PR, Event Management.
#pragencyindonesia #pragencyjakarta #prconsultantjakarta #publicrelationsagencyindonesia #communicationsconsultantindonesia #bestprfirmindonesia #toppragencyindonesia #publicaffairsindonesia #publicaffairsagencyindonesia #publicaffairsconsultantindonesia #topPRconsultant #publicrelationsconsultant #prconsultantindonesia #PRAgency #publicrelationsfirm
Rayakan Tonggak Baru Setahun Memelopori Bedah Robotik, Siloam Percepat Adopsi Bedah Presisi di Indonesia melalui Robotic Summit 2026
READ MORESatu-satunya di Asia Tenggara! Dua Rumah Sakit Siloam Raih Magnet® with Distinction, Standar Tertinggi Keperawatan Dunia
READ MOREHadirkan Produk “T-Wave”, Thailand Week 2026 Kembali Digelar untuk Perkuat Pasar Bilateral
READ MOREB. Braun Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus Produksi Lokal Berstandar Internasional
READ MORELebih dari 1,5 Juta Perjalanan Komuter Setiap Hari, ITDP Indonesia dan ViriyaENB Dorong Integrasi Kelembagaan Transportasi Jabodetabek
READ MOREGSK dan BPOM Bermitra untuk Mempercepat Akses Vaksin Inovatif di Tengah Wabah Campak di Indonesia
READ MOREHRTA Awali 2026 dengan Kinerja Gemilang, Didukung Penguatan Ekosistem Emas Terintegrasi
READ MOREKolaborasi Lintas Sektor Dorong Pencegahan Cacar Api sebagai Prioritas Kesehatan di Indonesia
READ MORE