Index

divider

News

separator

Setiap Bangunan Berada 15 meter di Atas Tanah Harus Memiliki Jalur Evakuasi dan Sistem Proteksi Kebakaran Terpadu


Jakarta, 13 Maret 2015 – Sistem keamanan sebagai upaya pencegahan kebakaran terutama pada gedung bertingkat terdiri dari sejumlah tahapan dan memerlukan partisipasi berbagai pihak terkait untuk memberikan proteksi maksimal. Berbeda dengan bangunan residensial, gedung bertingkat memiliki kerumitan tersendiri sehingga membutuhkan sistem penanganan kebakaran internal dan eksternal terpadu.

Di Indonesia, kategori gedung bertingkat menurut PerMen PU NO 26-PRT-M-2008 adalah bangunan yang berada lebih dari 15 meter di atas tanah atau gedung berlantai empat atau lebih. Penerapan jalur evakuasi harus dirancang sejak awal perencanaan gedung dengan perhitungan seksama agar penggunaannya kelak tidak akan terganggu oleh elemen gedung yang lain.

Setiap gedung bertingkat idealnya memiliki perangkat proteksi kebakaran baik di dalam maupun di luar gedung. Pengamanan di dalam gedung termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Fire Alarm/Detection System, Sprinkler & Hydrant System, Fire Suppression System, Document Protection, dan Voice Alarm Public Address (VAPA) system. Sedangkan untuk luar gedung termasuk Outdoor Hydrant Box, Hydrant Pillar, Seamese Connection, Outdoor VAPA, Hydrant Hose, dan Nozzle.

Shirley Tamtomo, Security Services Director Gunnebo Indonesia, menjelaskan, ”Tindakan pertama penanganan kebakaran adalah dengan APAR. Untuk jumlah dan jenis APAR, tergantung dari luas dan kapasitas area serta disiapkan di setiap lantai. Pada umumnya, 1 unit APAR powder dengan kapasitas 4.5 kg atau 6 kg dapat diaplikasi untuk area seluas 20 m2. Jika api semakin membesar, maka perangkat pengamanan lanjutan seperti Fire Alarm System, VAPA System, Hydrant & Sprinkler System, dan Suppression System akan bekerja secara otomatis.”

Perlindungan dokumen dan data penting juga menjadi perhatian penghuni gedung. Kedua barang berharga ini sebaiknya disimpan di brangkas dengan tingkat ketahanan api tinggi yang telah teruji tahan api pada suhu 1.000oC konstan selama dua jam.

Selain pengadaan sejumlah sistem proteksi yang lengkap, pemeliharaan dan pengawasan rutin juga menjadi aspek penting. Untuk menjaga kualitas APAR, diperlukan pengecekan minimal dua kali dalam setahun, sedangkan untuk sistem pencegahan kebakaran lainnya setiap 3 bulan sekali atau empat kali dalam setahun.    

“Tidak hanya kesiapan alat proteksi yang perlu diperhatikan, namun juga keterlibatan pengguna gedung. Penghuni gedung sebaiknya selalu waspada akan letak emergency exit dan cara menggunakan APAR yang benar untuk pencegahan dini. Manajemen gedung juga harus memiliki rencana simulasi kebakaran rutin dan memastikan jalur evakuasi gedung bersih dari halangan apapun sehingga dapat berfungsi dengan baik jika diperlukan. Pengawasan kelengkapan dan efektivitas sistem proteksi kebakaran gedung bertingkat dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Jika semua elemen saling berkesinambungan, maka resiko kebakaran juga dapat ditekan seminim mungkin,” tutup Shirley Tamtomo.

Tentang Gunnebo:

Gunnebo Security Group memberikan solusi keamanan yang efisien dan inovatif kepada pelanggan di seluruh dunia. Gunnebo mempekerjakan 5,600 karyawan di 33 negara meliputi Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan America, dan memiliki perputaran omset sekitar €610m.

Gunnebo Indonesia adalah bagian dari Gunnebo Security Group, pemimpin global untuk masa depan yang lebih aman, yang memberikan solusi dan layanan keamanan dan keselamatan yang inovatif dan efisien, dengan fokus pada 7 area bisnis.

Gunnebo telah berperan aktif mengembangkan industri keamanan di Indonesia dalam kurun waktu 40 tahun ini dengan menyediakan berbagai produk dan solusi keamanan,dan layanan purna jual. Saat ini, Gunnebo Indonesia memiliki 22 kantor cabang dengan total 500 karyawan dan 30 agen resmi di seluruh Indonesia.

Gunnebo – kami membuat dunia lebih aman.

 

Tentang Gunnebo Indonesia:

  • Ada 2 perusahaan di bawah naungan Gunnebo Security Group di Indonesia:
    PT Indolok Bakti Utama yang telah berdiri sejak 1972, dan PT Chubb Safes Indonesia yang telah berdiri sejak 1973.
  • PT Indolok Bakti Utama bertindak sebagai distributor untuk seluruh produk Gunnebo dan PT Chubb Safes Indonesia yang memproduksi produk physical security dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
  • Lini Bisnis: Cash Handling, Safes & Vaults, Entrance Security, Fire Products, Fire System, Electronic Security, dan Security Services.
  • Merk Utama: Gunnebo. Physical Security Products: Chubbsafes, SecureLine
separator

separator