divider

News

separator

PT Hartadinata Abadi Tbk Catatkan Sahamnya di BEI


Jakarta, 21 Juni 2017— PT Hartadinata Abadi Tbk, produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, hari ini mencatatkan sahamnya di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kode perdagangan saham-saham PT Hartadinata Abadi Tbk di bursa adalah HRTA dan dicatatkan ke dalam Sektor Consumer Goods dan Sub Sektor Others.

Perdagangan hari pertama saham HRTA di BEI tersebut ditandai dengan upacara singkat dan penyerahan Sertifikat Pencatatan Saham dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio, kepada Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, yang ditutup dengan peninjauan ke lantai bursa oleh Komisaris, Direksi dan jajaran manajemen HRTA.

“Go public adalah salah satu langkah strategis bagi Hartadinata dalam mencapai visi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam hal kualitas dan desain serta pelayanan yang mengutamakan kesempurnaan bagi semua stakeholder. Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang lebih terbuka dan profesional dan yang menerapkan good corporate governance, yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kredibilitas dan kinerja HRTA secara keseluruhan, sehingga dengan sendirinya kami dapat memperkuat hubungan dengan segenap stakeholders dan memberikan peningkatan shareholder’s value sebagaimana menjadi tujuan setiap entitas bisnis,” kata Sandra Sunanto Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk di BEI.

Hasil penawaran saham HRTA yang berlangsung 13,14 dan 15 Juni 2017 memperlihatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) berdasarkan pooling sampai 5,24 kali, dan penjatahan dilakukan dengan komposisi alokasi 8% kepada para investor internasional dan 92 % untuk investor domestik.

Oversubscribed saham Hartadinata didominasi oleh investor institusi seperti lembaga asset manajemen, asuransi dan dana pensiun. Dalam pelaksanaan IPO ini, Hartadinata memprioritaskan investor long term (jangka panjang) sebagai pembeli saham, sesuai dengan sifat bidang usaha perusahaan, yang merupakan bisnis jangka panjang.

Total saham yang ditawarkan Hartadinata kepada publik sebanyak 1.105.262.400 (satu milyar seratus lima juta dua ratus enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah) per lembar saham. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 24% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor HRTA setelah IPO.
Dengan harga penawaran Rp 300 per saham, HRTA menghimpun dana dari penawaran umum saham perdana sebesar Rp 330 miliar, yang rencananya akan digunakan separuhnya untuk membayar pinjaman modal kerja dan sisanya untuk modal kerja dengan rincian 42% untuk pembelian bahan baku, 6 % untuk pembelian mesin dan 2 % untuk pembentukan dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.

”Melalui IPO ini, kami menjadi pionir di industri manufaktur dan perdagangan perhiasan emas dalam hal keterbukaan dan transparansi yang tentunya mendukung tata kelola perusahaan yang baik. Perluasan pasar melalui penambahan jaringan toko perhiasan emas kami yang juga ditawarkan melalui sistem franchise menjadi salah satu strategi andalan perseroan untuk meraih kinerja gemilang,” papar Sandra Sunanto, Direktur Utama Hartadinata Abadi Tbk
Dalam pelaksanaan IPO ini, Hartadinata telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi, yaitu Mandiri Sekuritas, MNC Sekuritas, dan RHB Sekuritas.

Tentang PT Hartadinata Abadi Tbk

PT Hartadinata Abadi (Hartadinata) merupakan produsen dan penyedia perhiasan emas yang telah membangun kepercayaan segenap stakeholders selama lebih dari 28 tahun.  PT Hartadinata Abadi merupakan pemain utama dalam industri perhiasan emas  Indonesia yang memiliki bisnis yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari pabrik (manufaktur), penjualan grosir (wholesaler), dan penjualan eceran (retail).  Model bisnis terintegrasi Hartadinata ini memberikan keunggulan dengan tersedianya pasar yang terjamin.  Sejak berdiri hingga kini, Hartadinata telah menjalin hubungan dengan lebih dari 600 toko emas di seluruh Indonesia, memiliki 4 pabrik dan beberapa toko retail sendiri.

separator

separator