divider

News

separator

PERGIZI PANGAN Indonesia dan Sarihusada Gelar Seminar Gizi


Surabaya, 6 Februari 2016 – PERGIZI PANGAN Indonesia dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada), bekerja sama dengan Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, hari ini menggelar Seminar Ilmiah Populer untuk mendukung peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan gizi seimbang. Bertempat di Aula Grand Kahuripan Lt. 3 Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo Surabaya, Seminar dengan tema “Mewujudkan Gizi Seimbang Menuju Bangsa Sehat Berprestasi” ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional 2016.
Seminar menampilkan empat pembicara dari unsur akademis dan pemerintah, yaitu Edi Suroso, S.KM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ir. Edy Purwanto Tertiyus, MMA dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, serta Dr. dr. Sri Adiningsih MS, MCN dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, yang membahas mengenai berbagai permasalahan dan program gizi dan pangan terkini, peran penting pangan hewani, buah, dan sayur bagi peningkatan gizi masyarakat, serta tips gizi seimbang.
Edi Suroso, S.KM, salah satu penanggung jawab bagian seksi gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dalam paparannya yang bertopik “Permasalahan dan Program Gizi Terkini”, mengatakan, “Telah banyak program yang dibuat untuk menanggulangi permasalahan gizi yang ada di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur. Penanggulangan tersebut dapat bersifat preventif dan kuratif. Sampai saat ini program yang bersifat preventif melalui upaya promosi kesehatan terus ditingkatkan karena pada dasarnya upaya pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan tentang masalah gizi lebih baik daripada pengobatan.”
Terkait program pangan, Ir. Edy Purwanto Tertiyus, MMA, Kasubag Penyusunan Program Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, melalui materinya “Permasalahan dan Program Pangan Terkini”, menjelaskan, “Ketahanan pangan seseorang dapat tercapai apabila aspek ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan dan stabilitas pangan terpenuhi. Oleh karena itu berbagai program yang mengandung empat aspek tersebut terus dikembangkan untuk mewujudkan status ketahanan pangan suatu negara sampai level rumah tangga.”
Dengan topik “Pentingnya Pangan Hewani, Buah dan Sayur”, Prof. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, memaparkan, “Konsumsi buah dan sayur serta pangan hewani seperti ikan, telur, dan susu pada masyarakat di Indonesia tergolong rendah, padahal salah satu prinsip utama gizi seimbang adalah mengkonsumsi beragam makanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi makro dan mikro. Secara spesifik Seminar ini berupaya mendorong kesadaran masyarakat akan manfaat pangan hewani, buah dan sayur dan meningkatkan perilaku mengkonsumsi beragam makanan bergizi sejak usia dini.”
Riskesdas 2013 menyatakan bahwa 93,5% penduduk Indonesia berusia ≥ 10 tahun berperilaku konsumsi sayur dan buah yang kurang. Sedangkan konsumsi pangan hewani pada ikan, telur dan susu pada masyarakat di Indonesia masih di bawah rata-rata konsumsi pangan hewani masyarakat di ASEAN. Jawa Timur sendiri mencatat prevalensi penduduk berusia > 10 tahun yang berperilaku kurang konsumsi sayur dan buah mencapai 95,4%, naik dari prevalensi 2007 sebesar 90,7% dan lebih tinggi dari prevalensi nasional.
Dr. dr. Sri Adiningsih MS, MCN, Dosen Senior dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, mengatakan, “Upaya perbaikan gizi memerlukan dukungan berbagai pihak. Karena itu Departemen Gizi FKM Universitas Airlangga menyambut baik dan mendukung kegiatan Seminar ini, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan awareness tentang permasalahan dan program gizi terkini untuk hidup sehat berprestasi serta pentingnya konsumsi pangan hewani, buah dan sayur serta melakukan aktivitas fisik dalam mewujudkan bangsa sehat berprestasi.”
Arif Mujahidin, Corporate Affairs Head Sarihusada, mengatakan, “Sebagai perusahaan yang didirikan enam puluh tahun lalu dengan misi memperbaiki gizi anak bangsa, Sarihusada terus berkomitmen untuk mendukung penyebarluasan pengetahuan mengenai gizi kepada masyarakat luas, salah satunya melalui dukungan kami terhadap Seminar ini dan rangkaian kegiatan yang kami selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2016.”
Seminar Ilmiah Populer “Mewujudkan Gizi Seimbang Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”diikuti oleh kurang lebih 350 peserta yang terdiri dari akademisi, ahli gizi, ahli pangan, pengelola dan pelaksana program gizi dan pangan, pengurus organisasi wanita, pengurus TP PKK, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta khalayak umum. Setelah Surabaya, Seminar Ilmiah Populer serupa akan diselenggarakan di Bogor dan Pekanbaru, 10 dan 20 Februari 2016, bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat.
Kegiatan Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional 2016, yang Januari lalu diawali dengan Karnaval Ayo Melek Gizi di Jakarta dan Yogyakarta. Rangkaian kegiatan peringatan juga didukung oleh kompetisi digital yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, terdiri dari lomba video singkat, lomba pesan gizi di twitter, dan lomba foto kegiatan Hari Gizi Nasional di Facebook. Keterangan lebih lanjut mengenai seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional 2016 dapat diperoleh di www.pergizi.org.

separator

separator