Index

divider

News

separator

Nutrifood Edukasi 100 Dokter Umum Puskesmas Provinsi DKI Jakarta Mengenai Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes


Jakarta, 4 Mei 2017 – Prediabetes yang merupakan pencetus Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) telah menjadi permasalahan kesehatan global, tidak terkecuali di Indonesia. Angka kejadian prediabetes di Indonesia meningkat setiap tahunnya dan jumlahnya dua kali lipat dari angka penderita diabetes. Melihat tingginya prevalensi prediabetes, Nutrifood bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) mengadakan program edukasi “Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes” yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas di 5 wilayah DKI Jakarta.

International Diabetes Federation 2011 memperkirakan, pada tahun 2030 sebanyak 398.000.000 penduduk dunia akan mengalami prediabetes. Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menemukan bahwa prevalensi DMT2 daerah perkotaan Indonesia sebesar 5,7%, sedangkan prevalensi prediabetes hampir dua kali lipatnya yaitu 10,2%. Hasil riset ini diperkuat oleh data dari Departemen Kesehatan 2008 yang menyatakan prevalensi prediabetes di Indonesia dua kali lipat dari angka penderita DMT2, atau 11% dari total penduduk Indonesia. Hal ini berarti jumlah penduduk Indonesia yang terkena DMT2 akan meningkat dua kali lipat dalam waktu dekat. Meski jumlah prediabetes di Indonesia semakin tinggi, namun manajemen untuk pasien prediabetes belum banyak dikaji. Selain itu kurangnya pedoman dan upaya deteksi dini prediabetes membuat kondisi prediabetes tidak diketahui dan tidak teramati.

drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH, Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular mengatakan, “Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, menyambut baik inisiatif berbagai pihak dalam mengadakan program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes. Prediabetes memiliki keterkaitan yang erat dengan penyakit diabetes, terutama DMT2. Deteksi dini prediabetes sangat penting sebagai upaya menekan tingginya angka DMT2, terutama jika mengingat prediabetes tidak hanya menyerang kelompok usia tua, namun juga sudah ditemukan di kelompok usia muda serta produktif. Maka, kami menghimbau dokter-dokter puskesmas untuk turut berperan aktif dalam menggalakkan gerakan deteksi dini prediabetes di masyarakat. Semoga dengan diadakannya program edukasi ini dapat memberi pengaruh positif dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang terhindar dari bahaya penyakit DMT2.”

dr. R. Koesmedi Priharto, SpOT, M.Kes menambahkan, “Pihak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga sangat mengapresiasi program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes yang ditujukan pada dokter umum puskesmas. Tenaga kesehatan memegang peranan penting untuk menjaga agar fase prediabetes tidak berkembang menjadi DMT2, tidak terkecuali dokter-dokter umum puskesmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan dijalankannya program ini, kami berharap dokter-dokter umum puskesmas dapat melakukan deteksi dini prediabetes dan mengedukasi pasien mengenai tata cara pencegahan prediabetes, meskipun pasien-pasien yang datang ke puskesmas tidak mempunyai keluhan DMT2.”

Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) wilayah Jakarta menjelaskan, “Jika tidak ditangani dengan baik, maka dalam jangka waktu pendek prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2. Kasus prediabetes menyerupai fenomena gunung es, di mana jumlah individu yang belum terdeteksi DMT2 (termasuk prediabetes) lebih banyak dibandingkan DMT2. Oleh karena itu, prediabetes sebagai pencetus harus dapat diatasi, sehingga angka penderita DMT2 dapat ditekan.”

Selanjutnya Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE menuturkan, “Penanda prediabetes yaitu kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah normal. Dengan melakukan deteksi dini prediabetes dapat mencegah peningkatan prevalensi DMT2 yang berhubungan dengan mordibitas, risiko progresivitas penyakit, biaya, dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular dini. Upaya pencegahan prediabetes dapat dilakukan dengan beristirahat cukup; mengonsumsi makanan rendah kalori dan tinggi serat, seperti sayur mayur, buah-buahan, dan biji-bijian; serta melakukan aktivitas fisik minimal lima kali dalam seminggu dengan durasi 30-60 menit.”

Susana, Head of Nutrifood Research Center mengatakan, “Kami menyambut baik respon positif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA). Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi ‘Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan’ sebagai dasar edukasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM).”

Adapun program edukasi ‘Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan’ telah dilaksanakan sejak 2013 melalui kegiatan sebagai berikut:
1. Edukasi yang ditujukan bagi kader PKK DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu, Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia, serta aktivitas deteksi dini diabetes di 25 pasar tradisional DKI Jakarta;
2. Edukasi kepada dokter-dokter seluruh DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
3. Edukasi yang ditujukan pada media massa di kota Jakarta, Medan, Makassar, Bandung, Manado, Semarang, dan Yogyakarta.
4. Advokasi dan edukasi yang diberikan kepada tataran Pemerintah Provinsi dan Kota, diantaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Daerah DI Yogyakarta, dan Pemerintah Kota Bandung.

“Seluruh program dijalankan dengan tujuan mengedukasi dan mengadvokasi berbagai pihak agar proaktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Di tahun 2017, program ini dilanjutkan dengan mengedukasi dokter-dokter umum puskesmas wilayah DKI Jakarta yang dalam kesehariannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kami berharap program ini dapat memotivasi para dokter umum puskesmas untuk terus bekerja keras mewujudkan masyarakat yang sehat dan terhindar dari prediabetes dan DMT2,” tutup Susana.

Tentang Nutrifood Nutrifood adalah produsen makanan dan minuman kesehatan yang telah hadir selama 38 tahun. Nutrifood secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan. Produk Nutrifood antara lain Tropicana Slim, HiLo, NutriSari, L-Men, W-Dank, dan Tropicana Slim. Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi www.nutrifood.co.id.

separator

separator