divider

News

separator

Nutrifood Adakan Program Edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan


Manado, 3 Agustus 2016 – Angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia semakin meningkat, dari 49,9% di tahun 2001 menjadi 59,5% di tahun 2007. Beberapa penyakit tidak menular dan persentase penyebab kematian antara lain stroke 21,1%, penyakit jantung koroner 12,9%, diabetes mellitus 6,7%. Tingkat prevalensi beberapa penyakit tidak menular di Sulawesi Utara bahkan lebih tinggi dibandingkan prevalensi PTM nasional, antara lain hipertensi 27,1% dibandingkan nasional 25,8%, diabetes melitus (DM) 3,6% dibandingkan nasional 2,3%, penyakit jantung koroner 1,7% dibandingkan nasional 1,5%, gagal ginjal kronis 0,4% dibandingkan nasional 0,2%, stroke 14,9% dibandingkan nasional 12,1%. Umumnya, penyakit tersebut terkait dengan konsumsi gula, garam dan lemak berlebih. Melihat pada kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Nutrifood, mengadakan program edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan.”
Tingkat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih masyarakat Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Sebanyak 26,2% penduduk Indonesia mengkonsumsi garam berlebih, naik dari tahun 2009 yakni 24,5% dan lemak berlebih 40,7% naik dari tahun 2009 yakni 12,8%. Oleh karena itu, untuk mengurangi peningkatan angka prevalensi penyakit tidak menular, edukasi mengenai diet dan gizi seimbang, termasuk didalamnya mengenai pengaturan konsumsi gula, garam, lemak, dan baca label makanan penting dilakukan.
Dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan “Kementerian Kesehatan menyambut baik inisiatif dari Nutrifood untuk bersama melakukan edukasi pengaturan konsumsi gula, garam, lemak dan pentingnya baca label makanan kemasan. Edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular yang disebabkan oleh konsumsi gula, garam, lemak berlebih. Kami berharap program edukasi ini dapat membantu masyarakat lebih bijak memilih makanan yang dikonsumsi.”
Program Edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan” bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mencermati konsumsi gula, garam, lemak sesuai rekomendasi yang dianjurkan. Terkait konsumsi, yang perlu juga dicermati adalah konsumsi makanan kemasan. Oleh karena itu program edukasi ini menyertakan edukasi mengenai cara pembacaan label kemasan.
Anjuran batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu batas konsumsi gula per orang/hari adalah 50 gram (4 sendok makan), sementara untuk batas konsumsi garam per orang/hari adalah 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam atau (1 sendok teh). Untuk lemak, batas konsumsi lemak per orang/hari adalah 67 gram (5 sendok makan minyak).
Masyarakat umumnya hanya memperhatikan label pada makanan kemasan terkait label halal (36,5%), waktu kadaluarsa (34,9%), nama produk (20,6%), komposisi makanan 7,9%. Padahal yang tak kalah pentingnya adalah membaca Informasi Nilai Gizi (ING) yang ada di label makanan kemasan. Informasi pada label kemasan sekurang-kurangnya berisi nama produk/nama pangan olahan, daftar bahan atau komposisi yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa, nomor pendaftaran, asal-usul bahan pangan tertentu, ING dan klaim. Zat gizi yang wajib dicantumkan meliputi energi total, lemak total, protein, karbohidrat total dan natrium.
Susana, Head of Nutrifood Research Center, mengatakan “Nutrifood secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui edukasi. Kali ini mengenai cermati konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) dan baca label kemasan makanan. Kami berharap program edukasi ini dapat meningkatkan kecermatan masyarakat terhadap makanan yang dikonsumsi.”
Program edukasi GGL dan baca label makanan kemasan telah dilaksanakan sejak 2013 melalui media workshop di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan juga workshop untuk para kader PKK DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu. Pada 2015, edukasi juga disampaikan kepada dokter-dokter seluruh Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Untuk tahun 2016, program edukasi diperluas ke wilayah lainnya di Indonesia, yaitu di Yogyakarta, Banten, dan kali ini di Manado. Program edukasi meliputi presentasi oleh narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan BPOM, serta simulasi baca label kemasan makanan.

Tentang Nutrifood
Nutrifood adalah produsen makanan dan minuman kesehatan yang telah hadir selama 37 tahun. Nutrifood secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan. Produk Nutrifood antara lain Tropicana Slim, HiLo, Nutri Sari, L-Men, W-Dank, dan Tropicana Slim Alergon. Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi www.nutrifood.co.id

separator

separator