divider

News

separator

Nutrifood Adakan Program Edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan” untuk 200 dokter Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta


Jakarta, 5 Februari 2015 – Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Nutrifood, melanjutkan program edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan” untuk 200 dokter yang berasal dari 44 Puskesmas Kecamatan dan 156 Puskesmas Kelurahan di 5 wilayah kota administratif dan 1 kabupaten administratif di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia.

Angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia semakin meningkat, dari 49,9% di tahun 2001 menjadi 59,5% di tahun 2007. Beberapa penyakit tidak menular dan persentase penyebab kematian antara lain hipertensi 31,7%, penyakit jantung 7,2%, kanker/tumor 4,3%, dan diabetes melitus 1,1%.[1] Penyakit Tidak Menular juga menjadi penyebab utama kematian di DKI Jakarta. Berdasarkan informasi dari Surveilans Penyebab Kematian Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, 3 penyakit utama kematian di DKI Jakarta baik pada tahun 2013 maupun tahun 2014 adalah Hipertensi, Diabetes Melitus (DM), dan penyakit cardiovascular (stroke, jantung, dsb).

Umumnya, penyakit tersebut terkait dengan konsumsi gula, garam dan lemak berlebih. Tingkat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih masyarakat Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Sebanyak 26,2% penduduk Indonesia mengkonsumsi garam berlebih, naik dari tahun 2009 yakni 24,5% dan lemak berlebih 40,7% naik dari tahun 2009 yakni 12,8%.[2]

Padahal, anjuran batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu batas konsumsi gula per orang/hari adalah 50 gram (4 sendok makan), sementara untuk batas konsumsi garam per orang/hari adalah 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam atau (1 sendok teh). Untuk lemak, batas konsumsi lemak per orang/hari adalah 67 gram (5 sendok makan minyak).

dr Lily S. Sulistyowati, MM, Kepala Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan “Kementerian Kesehatan menyadari pentingnya perluasan edukasi pengaturan konsumsi gula, garam, lemak dan baca label makanan kemasan terutama melalui para dokter. Dokter memegang peranan penting bagi masyarakat, terutama melalui puskesmas yang mudah diakses bagi masyarakat. Edukasi kepada para dokter merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular yang disebabkan oleh konsumsi gula, garam, lemak berlebih. Kami berharap program edukasi ini dapat membantu masyarakat lebih bijak memilih makanan yang dikonsumsi.”

dr Lily S. Sulistyowati, MM menambahkan, “Para pasien pada umumnya juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai takaran gula, garam, lemak yang seharusnya dikonsumsi terutama ketika sudah terkena penyakit tidak menular. Padahal, mengurangi asupan GGL dengan takaran yang benar disertai dengan diet seimbang, dapat mencegah penyakit yang diderita bertambah parah atau bahkan mempercepat proses pemulihan. Dengan edukasi ini, kami harapkan para dokter yang tergabung dalam Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dapat menyampaikan pesan GGL kepada para pasien, baik sebagai tindakan pengobatan maupun sebagai upaya preventif.”

Terkait tindakan mencermati konsumsi GGL, yang perlu juga dicermati adalah konsumsi makanan kemasan. Oleh karena itu program edukasi ini menyertakan edukasi mengenai cara pembacaan label kemasan. Masyarakat umumnya hanya memperhatikan label pada makanan kemasan terkait label halal (36,5%), waktu kadaluarsa (34,9%), nama produk (20,6%), komposisi makanan 7,9%.[3] Padahal yang tak kalah pentingnya adalah membaca Informasi Nilai Gizi (ING) yang ada di label makanan kemasan. Informasi pada label kemasan sekurang-kurangnya berisi nama produk/nama pangan olahan, daftar bahan atau komposisi yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi,  tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa, nomor pendaftaran, asal-usul bahan pangan tertentu, ING dan klaim. Zat gizi yang wajib dicantumkan meliputi energi total, lemak total, protein, karbohidrat total dan natrium.

dR. Koesmedi Priharto, Sp. OT, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengatakan, “Kami menyambut baik program edukasi bagi para dokter puskesmas yang tergabung dalam Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Para dokter yang ikut serta dalam edukasi ini diharapkan dapat menjadi penyebar edukasi mengenai konsumsi gula, garam, lemak dan baca label kemasan makanan di puskesmas dan sekitarnya. Kami berharap dengan meningkatnya pengetahuan yang dimiliki para dokter dan semakin menyebarnya informasi GGL ini di masyarakat, angka penyakit tidak menular dapat menurun setiap tahunnya.”

Susana, Head of Nutrifood Research Center mengatakan, “Nutrifood secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui edukasi. Kali ini mengenai cermati konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) dan baca label kemasan makanan untuk para dokter.”

Program edukasi GGL dan baca label makanan kemasan telah dilaksanakan sejak 2013 melalui media workshop di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan juga workshop untuk para kader PKK DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu. Pada tahun 2014 edukasi dilanjutkan melalui media workshop di kota-kota lain yaitu Semarang, Medan dan Makasar, selain itu diadakan juga edukasi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para mahasiswa kedokteran di salah satu Universitas di Jakarta. Program edukasi meliputi presentasi oleh narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan BPOM, serta simulasi baca label kemasan makanan.

[1] Survei Kesehatan Rumah Tangga & Riset Kesehatan Dasar 2007 : Distribusi Penyebab Kematian Semua Kelompok Umur di Indonesia.

[2] Riset Kesehatan Dasar 2013

[3] Susanto, 2008

Tentang Nutrifood

Nutrifood yang telah hadir selama 36 tahun secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan dan memperhatikan asupan nutrisi sehingga dapat menikmati hidup sehat lebih lama. Nutrifood senantiasa inovatif dalam menyediakan produk dan layanan premium yang bermutu tinggi melalui varian-varian lima produk unggulannya, yaitu L-Men,  Tropicana Slim, HiLo,  NutriSari, W’Dank dan Alergon. Saat ini Nutrifood berkantor pusat di Jakarta dengan jaringan distribusi di lebih dari 30 negara di dunia.  Setiap produk Nutrifood memiliki kualitas tinggi, memberi kemudahan dan menyenangkan, serta efektif berdasarkan pendekatan ilmiah. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kami dapat mengunjungi www.nutrifood.co.id.

separator

separator