Index

divider

News

separator

Kemilau Sulawesi 2017, Mendorong Pencapaian Target 275 Juta Perjalanan Wisnus pada 2019


Surabaya, 11 Nopember 2017, - Pada hari ini Kementerian Pariwisata, yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti membuka secara resmi Kemilau Sulawesi 2017 dengan tema Satu Pulau Beraneka Keunikan,  yang berlangsung di  Atrium Royal Plaza, Kota Surabaya, Sabtu (11/11/2017).

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan berlangsung selama dua hari, yaitu 11 dan 12 Nopember 2017 dan diikuti oleh seluruh provinsi di Pulau Sulawesi  yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dan 23 Kabupaten/kota. Kemilau Sulawesi 2017 menampilkan berbagai hiburan, seperti tarian dan musik, stand pameran produk cinderamata, paket destinasi wisata, atraksi budaya, situs sejarah dan juga kuliner Sulawesi. Selain itu, Kemilau Sulawesi 2017 juga akan dimeriahkan Pemilihan Putri  Kemilau Sulawesi 2017.

Hadir dalam acara pembukaan Kegiatan Kemilau Sulawesi 2017 pejabat provinsi dan kabupaten kota Se-Sulawesi. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti  mengatakan, “Tujuan diadakannya kegiatan Kemilau Sulawesi adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara antar kabupaten/kota, antar provinsi dan antar pulau, meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri dan mendorong kalangan media/pers untuk turut aktif mempromosikan pariwisata Indonesia. Esthy menambahkan bahwa sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya citra positif Indonesia sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara antar kabupaten/kota, propinsi dan antar pulau dan diharapkan juga adanya peningkatan kunjungan wisman ke Sulawesi, serta terdistribusinya pergerakan wisatawan nusantara ke seluruh wilayah di tanah air.

Esthy menjelaskan lebih lanjut, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp 241,08 triliun,  dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan  devisa dari wisatawan mancanegara/wisman.

Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan menambahkan, Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak 25,68%, selama Januari-Agustus 2017. Dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN yang sebesar 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata

Negara Asia Tenggara. Begitu juga bila dibandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia, yang bertumbuh 6,4%,  Indonesia naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia.”

Wawan menambahkan, “Sejak 2014, angka kenaikan itu cukup mengagumkan. Pada 2014 jumlah wisman sebesar 9,3 juta, lalu pada 2015 naik menjadi 10,4 juta, kemudian menembus angka 12 juta pada 2016, dan pada 2017 sampai dengan bulan Agustus sudah tercatat 9,2 juta orang.”

“Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) juga naik tajam. Pada Agustus 2017, angkanya sudah menembus 200 juta pergerakan, dari proyeksi 180,5 juta wisatawan. Pada 2016, dari proyeksi 260 juta terlampaui hingga 264 juta, sedangkan pada 2015 juga melebihi target, dari 255 juta tercapai 256 juta,” imbuh Wawan.

Penyelenggaran Kemilau Sulawesi yang tahun ini mengambil tema Satu Pulau Beraneka Keunikan berlangsung selama dua hari, yaitu 11 dan 12 Nopember 2017 mulai pukul 10.00 WIB s.d 21.00 WIB dan akan menampilkan pentas atraksi seni budaya, mulai pukul 12.00 WIB.

Inke Maris, selaku CEO dari PT Visi Inti Prima (VIP)/Inke Maris & Associates, selaku penyelenggara kegiatan ini dan juga Sebagai pengamat pariwisata, yang juga sekaligus sebagai penyelenggara berbagai acara kepariwisataan,  seperti Kemilau Sumatera, Borneo Extravaganza, Tour de Jakarta, Festival Kuliner Nusantara,  Semarak Wayang, Festival Kopi Bali dan Aceh dan lain lain, mengatakan,  “Di dalam negeri, ada perubahan trend lifestyle yang kami amati dimana semakin banyak keluarga,  kelompok mahasiswa,  kelompok-kelompok pertemenan seperti arisan, kelompok pengajian, kelompok reuni sekolah, komunitas hobi dan lain-lain,  memilih melakukan wisata nusantara di masa libur dan masa senggang, terdorong oleh  keinginan untuk lebih mengenal nusantara.  Ini merupakan market yang besar untuk wisata nusantara, untuk terus menerus digarap”.  

Dalam pelaksanaannya, tuan rumah acara Kemilau Sulawesi selalu berganti, dan untuk tahun 2017 yang bertindak selaku tuan rumah adalah Provinsi Sulawesi Tenggara

separator

separator