divider

News

separator

HUT 10, LPS menyelenggarakan Seminar “Managing Financial Turbulence”


Jakarta, 22 September 2015 – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada hari ini menyelenggrakan seminar dengan judul “Managing Financial Turbulence” di hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun LPS ke-10 yang jatuh pada tanggal 22 September 2015. Seminar ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan pemikiran dan keilmuan khususnya di bidang stabilitas dan regulasi sistem keuangan terkait turbulensi sistem keuangan dan perbankan saat ini.

Seminar ini menghadirkan para pemimpin dan pengambil kebijakan yang terlibat langsung dalam menghadapi dinamika kondisi keuangan global tahun 2008, mereka adalah tokoh politik, regulator, praktisi, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya untuk berdiskusi mengenai turbulensi keuangan di Indonesia serta aspek-aspek kritis dalam penanganan gejolak dan ancaman turbulensi keuangan. Aspek-aspek tersebut melingkupi deteksi dan intervensi dini, kepemimpinan, akuntabilitas pasca krisis, dan mengelola situasi politik.

Hadir sebagai pembicara utama Seminar adalah Prof Dr. H Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014), Alistair Darling, Menteri Keuangan Inggris (2007-2010), dan Sheila Bair, Chairman of Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC (2006-2011).

C. Heru Budiargo, Ketua Dewan Komisioner LPS, dalam sambutannya mengatakan, “Kami di LPS sangat menyadari pentingnya menangani turbulensi keuangan secara memadai. Saat ini kami telah memulai beberapa inisiatif untuk meningkatkan kontribusi LPS dalam rangka menjaga stabilitas keuangan, diantaranya adalah peningkatkan kemampuan pengawasan, meningkatkan efektivitas penjaminan simpanan dan memperluas pilihan resolusi. Kami juga telah berkoordinasi secara intens melalui Forum Komunikasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), dan akan terus memperkuat kerjasama menuju terciptanya kebijakan yang sinergis dalam rangka penanganan turbulensi keuangan secara lebih baik.”

Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Keuangan RI, yang juga memberikan kata sambutan dalam pembukaan Seminar, mengatakan “Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, perlambatan pertumbuhan ekonomi sangat lumrah terjadi. FKSSK memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap survive. Periode krisis tahun 1997-1998 memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya persiapan dan penanganan gejolak ekonomi dalam skala besar. Terutama terkait bagaimana fungsi koordinasi, perangkat hukum dan pentingnya keberadaan LPS. Melalui event ini diharapkan akan banyak masukan yang konstruktif bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan perekonomian saat ini.”.

Sheila Bair, Chairman of Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC, dalam presentasinya mengatakan, “Kunci sukses sebuah lembaga penjaminan simpanan adalah terletak pada kewenangan dalam pemeriksaan bank secara langsung serta lebih bersikap konservatif dalam kebijakan terkait permodalan.” Sementara Alistair Darling, Menteri Keuangan Inggris (2007-2010) mengatakan “Menjaga kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan melalui lender of the last resort dan skema penjaminan simpanan adalah sangat penting, karena hal itu menunjukkan bahwa pemerintah mampu mengontrol secara penuh. Selain itu, kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas ekonomi”.

Prof Dr. H Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014) mengatakan, “Situasi yang cepat berubah dalam krisis membutuhkan kecepatan pengambilan keputusan. Ada banyak ketidakpastian selama proses pengambilan keputusan sehingga, hal pertama dan urgen yang harus dilakukan adalah meminimalkan ketidakpastian itu sendiri”.

Bertidak sebagai Moderator dalam acara Seminar ini, adalah Fauzi Ichsan, yang juga Plt. Kepala Eksekutif LPS.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Agustus 2015 telah membayar klaim simpanan nasabah sebesar Rp.771,5 miliar (dari tahun 2005) untuk nasabah dari 65 bank yang telah dilikuidasi (1 bank umum dan 64 BPR), sedangkan Aset LPS per 31 Agustus 2015 (unaudited) mencapai Rp60,77 triliun.

Tentang Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) didirikan berdasarkan UU No. 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (selanjutnya disebut UU LPS) yang  memiliki fungsi untuk menjamin simpanan nasabah penyimpan pada bank dan turut aktif dalam memelihara stabilitas perbankan sesuai dengan kewenangannya. Selain menjalankan fungsi-fungsi tersebut, LPS juga aktif berperan di lingkungan Internasional, khususnya di lingkungan lembaga-lembaga penjaminan di dunia.

separator

separator