divider

News

separator

Ciputra Artpreneur Dorong Pelaku Seni Untuk Upayakan Kemandirian Ekonomi Berbasis Kreatif


Jakarta, 4 November 2015.Sejalandenganperjalanan Indonesia sejak reformasi hingga tahun 2015, dunia seni Indonesia melihat perkembangan pesat, tidak hanya dalam kreativitas karyat etapi juga dari sisi pengembanganbisnis/ekonomi pekerja seni. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pekerja seni yang berhasil memadukan seni dan entrepreneurship secara kreatif dapat mencapai kemandirian ekonomi yang menopang kesejahteraan hidupdan keberlangsungan kegiatan berkarya. Dalam rangka mendorong kesadaran para pelaku seni akan pentingnya segi entrepreneurship dalam berkarya, Ciputra Artpreneur bersama Triawan Munaf – Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Mirwan Suwarso – sutradara dan produser teater dan film Indonesia, Sally Koeswanto – perancang busana Indonesia, dan Erwin Gutawa – musisi dan komposer Indonesia, berbagi pengalaman dan informasi mengenai pentingnya sinergi seni dan bisnis dalam mencapai kemandirian ekonomi berbasis seni.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik, mengatakan “Konsep ekonomi kreatif memberikan kesadaran bagi para pelaku seni bahwa penggabungan nilai seni dan bisnis merupakan alat utama untuk mencapai kemandirian ekonomi berbasis seni. Pelaku dan pekerja seni Indonesia, perlu menyadari bahwa saat ini industry kreatif dapat menjadi sumber utama mata pencaharian, bukan hanya sekedar hobi. Yang harus diperhatikan, pencapaian kesuksesan harus disertai dengan kejelian, keuletan,dan kemampuan para pelaku seni untuk selalu berusaha memberikan karya terbaik dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi bagi karyanya melalui pengembangan bisnis,seperti kolaborasi dengan beragam industri yang dapat menggunakan karya mereka secara kreatif, sehingga keberlangsungan hidup dan karya dapat terjamin.”

Ciputra Artpreneu rmerupakan sebuah platform dan fasilitator dalam upaya pengembangan seni yang dibangun dengan misi edukatif yang berakar daria presiasi terhadap seni dan entrepreneurship. Konsep Artpreneur, yakni penggabungan Seni and Entrepreneruship, mendorong pelaku seni untuk menjadi lebih proaktif dala meksplorasi kreativitas bagi usaha mereka.

Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur menjelaskan, “Ciputra Artpreneur merupakan wadah yang memberikan dukungan intelektual dan pemberdayaan manusia khususnya bagi para pengusaha seni. Kami menyadari bahwa pentingnya usaha yang berhasil harusdi mulaidari pengembangan sumber daya manusianya sendiri serta ketersediaan infrastruktur untuk menghadirkan hasil karya ditengah masyarakat. Dengan konsep ini, para pelaku seni harus teredukasi secara dini mengenai pentingnya pencapaian nilai ekonomi untuk memastikan berkelanjutan karya. Dalam berkarya, pelaku seni diharapkan dapat mengkalkulasi modal, jangka waktu, target dan variable lainnya untuk dapat mencapa ihasil yang diharapkan.”

Lebih lanjut Ibu Rina menyampaikan, “Percayaakan potensi yang dimiliki oleh pekerja seni Indonesia, Ciputra Artpreneur menyediakan diri sebagai tempat di mana para pelaku seni dapat mewujudkan bentuk kreasinya yang terbaik dan tetap mengedepankan konsep bisnis yang sesuai. Harapan kami, kehadiran Ciputra Artpreneur dapat memacu pekerja seni menjadi lebih kreatif secara karya dan bisnis sehingga dunia seni bisa menjadi pilihan karir bagi masyarakat Indonesia yang kaya akan kreativitas. Adalah tujuan kami agar seni yang sesungguhnya dapat menjadi lebih mudah diakses dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.”

Ciputra Artpreneur dilengkapi dengan galeri, museum, dan juga teater pertunjukan berskala internasional. Dengan ketiga fasilitasini, Ciputra Artpreneur memberikan destinasi terbaik bagi para pelaku seni untuk memasarkan hasil karyanya.

Mengenai Ciputra Artpreneur
Ciputra Artpreneur,sebuah kompleks seni di Indonesia didirikan menyatu dengan kawasan komersial. Dengan adanya ruang museum seni, galeri multi fungsi,dan teater pertunjukan berstandar internasional, kompleks seluas 10.000m2 ini diharapkan dapat menjadi destinasi yang akrab dengan masyarakat luas.
Ciputra Artpreneur terletak di kompleks multiguna Ciputra World 1 Jakarta, yang merupakan master piecek arya Ciputra Group yang terletak Jl. Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Kawasan ini dibangun sesuai dengan visi Dr. (HC).Ir. Ciputra untuk membuat daerah ini menjadi Financial, Shopping and Art District layaknya kota-kota besar kelas dunia.
Sebagai sebuah fasilitas ruang di Jakarta, Ciputra Artpreneur yang terdiri dari Galeri, Museum danTeater merupakan kompleks seni terintegrasi pertama di Indonesia yang menumbuh-kembangkan semangat artpreneurship tersebut.
Ciputra Artpreneu rGallery memiliki luas kurang lebih 1.500 meter persegi dengan fasilitas layar proyeksi massif berukuran 60 x 12 meter. Ruang ini juga memiliki pemandangan lepas kota Jakarta. Bersebelahan dengan galeri, Ciputra Artpreneur Museum seluas ±700 meter persegi memamerkan koleksi DR.(HC) Ir. Ciputra dengan sentuha ninovasi digital. Permata istimewa lain adalah ruang Ciputra Artpreneur Theater yang berstandar internasional dengan kapasitas kurang lebih 1.200 kursi, dilengkapi dengansound system terbaik dari MEYER. Teater ini merupakan teater pertunjukantertinggi (lantai 13) di Asia dan pembangunannya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.
Berdirinya Ciputra Artpreneur ditengah pusat ekonomi Jakarta, diharapkan dapat membangkitkan serta mengembangkan industry kreatif Indonesia melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan berbasis seni dan budaya dengan cakupan yang luas dari seni rupa, seni kriya dan desain, arsitektur, seni pertunjukan, dan seni musik.
Akses: Ciputra Artpreneu rdapat diakses melalui lantai parkir P8-P11 di atas Lotte Shopping Avenue. Area drop-off terletakdi P11, pada pintu utama. Dari mall, gunakan Lift Satriodan Lift Avenue menuju P11, atau gunakan escalator dari lantai 4 Mall Lotte Shopping Avenue.

separator

separator