Index

divider

News

separator

Borneo Extravaganza 2015


Bandung, 27 November 2015— Pada hari ini Kementerian Pariwisata, yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Personal, Raseno Arya, SE, MM., membuka secara resmi pameran pariwisata Borneo Extrvaganza 2015 yang berlangsung di Atrium Bandung Indah Plaza, Jumat (27/11). Event tahunan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan 5 (lima) Pemerintah Provinsi (Pemprov) se-Kalimantan (Pemprov Kalimantan Barat, Kalimantah Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah) tersebut sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan dalam mendukung Pesona Indonesia untuk mencapai target 275 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2019.
Kementrian Pariwisata menilai penyelenggaraan pameran pariwisata Borneo Extrvaganza 2015 momentumnya sangat tepat karena mendekati musim liburan panjang hari raya Natal dan Tahun Baru 2016. Lonjakan perjalan wisnus terjadi pada musim liburan sekolah, liburan hari raya Lebaran, Imlek, Natal dan Tahun Baru serta weekend dan long weekend . Dipilihnya kota Bandung sebagai tempat penyelenggaraan pameran juga sangat tepat karena Bandung merupakan sumber wisnus. “Bandung merupakan pusat pariwisata Jawa Barat yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisnus. Banyak penerbangan langsung dari Bandung ke Kalimantan sehingga memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan,” kata Raseno Arya.

Hadir dalam acara pembukaan pameran tersebut, pejabat provinsi dan kabupaten Kalimantan, pengurus Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) dan para pengusaha Biro Perjalanan Wisata(BPW) Kalimantan.
Raseno Arya menjelaskan lebih lanjut, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 255 juta dengan pengeluaran sekitar Rp 201,5 triliun, dalam lima tahun ke depan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisman.

“Sektor pariwisata harus menjadi leading sector dalam pembangunan perekonomian nasional. Presiden Joko Widodo telah memberi target dalam lima tahun ke depan pariwisata harus tumbuh dua kali lipat dari capaian tahun ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8%, devisa pariwisata sebesar Rp 280 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan jumlah kunjungan wisman menjadi 20 juta, perjalanan wisnus sebanyak 275 juta, dan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada di ranking 30 dunia dari posisi sekarang berada di ranking 50 dari 141 negara,” tegas Raseno Arya.

Raseno Arya, mengatakan, pengembangan pariwisata Indonesia bertumpu pada potensi alam (nature) sebesar 35% yang dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan, sedangkan potensi budaya (culture) sebesar 60% dikembangkan dalam wisata heritage dan religi; wisata kuliner & belanja; dan wisata kota dandesa. Untuk potensi wisata buatan (manmade) 5% dikembangkan dalam produk wisata MICE dan event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu (integrated resort).”

“Kalimantan memiliki obyek wisata yang bertumpu pada nature, culture dan manmade resort, seperti wisata ekologi dan petualangan di kawasan konservasi Orang Utan Tanjung Puting, wisata bahari (diving) di Kepullauan Derawan, wisata sungai (river cruise) di Sungai Rungan dan Kahayan yang memiliki daya tarik kelas dunia. Begitu pula wisata budaya Dayak, Melayu, dan Tionghoa di Kota Singkawang, Kalbar menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kalimantan,” kata Raseno Arya.

Menurut Inke Maris, sebagai penggagas dan event organizer Borneo Extrvaganza, penyelenggaraan event pameran pariwisata yang dimulai sejak 2004 tersebut berhasil mempersatukan seluruh provinsi Kalimantan dalam melakukan promosi bersama. Event tersebut telah memicu berbagai kegiatan wisata dan festival lainnya di Kalimantan dan mendorong berkembangannya industri pariwisata seperti hotel, obyek wisata, industri kerajinan, maupun akses penerbangan yang meningkat dari Surabaya, Yogyakara, Bandung, dan Jakarta.

Penyelenggaran Borneo Extrvaganza yang tahun ini mengambil tema Exotic Borneo berlangsung selama tiga hari (27-29 November 2015) menyediakan booth utama yang diisi produk unggulan dari 5 provinsi se-Kalimantan termasuk provinsi terbaru Kalimantan Utara, dan 8 booth lainnya diisi Biro Perjalanan Wisata (BPW) atau travel agent. Acara Travel Agency Meeting, telah diadakan 1 hari sebelum pembukaan acara pameran, yakni tanggal 26 Nopermber 2015 di Hotel Santika Bandung, dimana para pengusaha BPW atau travel agency dari Kalimantan memanfaatkan sebagai forum bisnis dengan menawarkan paket Wisata Budaya, Wisata Ekologi, Wisata Sungai, Wisata Kulinerdan belanja Wisata Petualangan dan Olahraga kepada 41 travel agency dari Bandung dan Jakarta, yang diakhiri dengan acara table top meeting. yang telah menghasilkan beberapa kesepakatan kerjasama dalam menawarkan paket-paket wisata.Paket wisata yang paling menarik buat para travel agency Bandung dan Jakarta sebagai hasil dari Travel Agency Meeting itu adalah Wisata Budaya.

Acara pameran dimeriahkan dengan atraksi seni budaya Dayak, Tionghoa, Melayu berupa tarian dan musik serta pameran kerajinan khas Kalimantan yang didatangkan langsung dari Kalimantan. Pertunjukan atraksi seni budaya tersebut berlangsung di panggung pameran setiap hari selama pameran berlangsung dari pukul 12.00 hingga 14.00 dan pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

separator

separator